Namun, Negeri Tirai Bambu tidak memberikan rincian mengenai bagaimana ia akan memenuhi janjinya itu, menurut tiga sumber yang mengetahui isi perundingan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) pekan ini.
China berjanji untuk menyesuaikan program subsidinya dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kata sumber tersebut. Namun, delegasi AS skeptis sebagian karena China selama ini telah menolak untuk mengungkapkan apa saja subsidi yang mereka berikan.
Tanpa mengetahui secara pasti bagaimana pemerintah China membiayai industri dan perusahaan milik negara, segala janji reformasi akan sulit untuk diimplementasikan, kata sumber-sumber tersebut, dilansir dari Reuters.
![]() |
Ini adalah poin sulit dalam perundingan dagang kedua negara: bagaimana memastikan janji China akan benar-benar terwujud.
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer tengah berada di Beijing untuk berunding dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He hari Kamis dan Jumat ini. Perundingan tersebut telah diawali dengan pertemuan tingkat wakil menteri hari Senin pekan ini.
Juru bicara Perwakilan Dagang AS dan Departemen Keuangan tidak segera merespons permintaan konfirmasi dari Reuters, Kamis (14/2/2019). Kementerian Perdagangan China juga tidak menjawab permintaan berkomentar.
Saksikan video mengenai perkembangan perundingan dagang AS-China berikut ini.
(prm)
https://www.cnbcindonesia.com/news/20190215071531-4-55649/sinyal-baik-dari-beijing-china-janji-pangkas-subsidiBagikan Berita Ini
0 Response to "News Internasional Sinyal Baik dari Beijing: China Janji Pangkas Subsidi 15 February 2019 07:18 WIB - CNBC Indonesia"
Post a Comment