Search

Neraca Perdagangan RI-AS Surplus, Tapi Indonesia-China Defisit

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman dagang untuk beberapa negara guna memperkuat ekonomi AS. Tak tinggal diam, ancaman balasan pengenaan bea masuk terhadap produk impor Amerika Serikat pun disiapkan oleh negara-negara mitra AS termasuk Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, produk Indonesia yang masuk ke AS lebih banyak dibandingkan dengan ekspor AS ke Indonesia. Akibatnya, perdagangan Indonesia terhadap AS mengalami surplus, sebaliknya perdagangan AS menjadi defisit terhadap Indonesia. Adapun neraca perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari-Juli 2018 surplus sebesar USD4,7 miliar.

BERITA TERKAIT +

Kondisi itu dikatakan Kecuk menyulut adanya kekhawatiran di pihak Negeri Paman Sam.

"Kenapa AS marah, karena neraca perdagangan Indonesia itu surplus," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Di sisi lain, Indonesia ikut terimbas, perang dagang dari AS-Tiongkok. Sebab, defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok terancam melebar.

Pasalnya, produk China yang masuk ke Amerika Serikat berpotensi pindah haluan ke Indonesia. Saat ini, defisit neraca perdagangan Indonesia-Tiongkok tercatat sebesar USD10 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan dari defisit neraca perdagangan pada bulan sebelumnya yang hanya USD8 miliar.

Selain Tiongkok, Indonesia juga mengalami defisit neraca perdagangan terhadap Thailand dan Australia.

"Kalau surplus itu ada Amerika, Belanda, India. Kalau defisit Tiongkok USD10 miliar dari USD8 miliar, Thailand, Australia," jelasnya.

(dni)

Let's block ads! (Why?)

http://economy.okezone.com/read/2018/08/15/20/1937023/neraca-perdagangan-ri-as-surplus-tapi-indonesia-china-defisit

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Neraca Perdagangan RI-AS Surplus, Tapi Indonesia-China Defisit"

Post a Comment

Powered by Blogger.