JAKARTA - Kegiatan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bukan hanya ditekuni oleh kalangan laki-laki saja. Akan tetapi, wanita juga bisa menggeluti dunia UMKM. Hasil Kajian International Finance Corporation (IFC) pada 2015 mencatat bahwa 53,9% dari sektor kerja informal digarap kalangan perempuan.
Artinya, UMKM yang merupakan sektor informal, sehingga cocok untuk ditekuni oleh perempuan. Bank Indonesia pun melihat potensi perempuan sebagai enterpreneur UMKM sangat besar.
“Kami melihat bahwa UMKM yang berbasis perempuan ini juga salah satu salah satu potensi untuk dikembangkan dan menjadi sumber ekonomi baru. Nah, selanjutnya bagaimana kita menciptakan aktivitas-aktivitas ekonomi baru di daerah. Karena udah potensi-potensinya ya,” kata Direktur Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari di Jakarta.
Menurut hasil survei BI, UMKM yang paling banyak ditekuni oleh perempuan yakni bergerak di sektor jasa perdagangan dan pengolahan makanan. Akan tetapi, paling banyak berada di sektor pengolahan makanan yang sebesar 25% dari jumlah perempuan yang masuk dalam industri UMKM.
Hal ini, karena perempuan banyak mempunyai ide-ide terkait dengan makanan yang menarik sesuai dengan daerahnya masing-masing. Apalagi, mengolah makanan memang sudah jadi kebiasaan perempuan, sehingga sektor ini yang paling banyak dipilih oleh perempuan.
Menurut BI, akses pembiayaan masih jadi kendala UMKM yang digeluti oleh perempuan. Kendala ini, sama dengan UMKM yang ditekuni oleh laki-laki. Dengan kendala ini, UMKM sulit berkembang karena, tidak menambah jumlah produksi yang ada.
Selain itu, persaingan usaha antar UMKM juga menjadi kendali. Tidak hanya itu, UMKM yang digeluti perempuan juga masih mengeluarkan biaya yang tinggi saat memproduksi suatu produk.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BI sudah menyiapkan beberapa strategi. Strategi tersebut, juga untuk mengembangkan UMKM kreatif yang digeluti oleh perempuan. Diantaranya adalah mengembangkan produk unggulan daerah dengan menciptakan sinergitas hulu hilir oleh berbagai elemen dan pelaku usaha.
Menciptakan value added, sehingga meningkatkan penerimaan pasar, memperluas akses pasar baik domestik dan global. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan strategi itu BI meyakini bahwa kendala-kendala UMKM bisa teratasi. Dan UMKM Indonesia yang ditekuni perempuan bisa bersaing di luar negeri.
(rhs)
http://economy.okezone.com/read/2018/07/21/320/1925450/usaha-kecil-kecilan-jadi-pekerjaan-favorit-wanitaBagikan Berita Ini
0 Response to "Usaha Kecil-kecilan Jadi Pekerjaan Favorit Wanita"
Post a Comment