JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menggelar Rapat Kerja dengan pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia. Rapat kerja membahas mengenai evaluasi sarana prasarana sarana transportasi dalam rangka penanganan arus mudik Lebaran 2018.
Dari pihak pemerintah dihadiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono serta perwakilan dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kemudian, perwakilan Jasa Raharja dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Royke Lumowa.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR-RI Fary Djemi Francis. Dalam rapat tersebut ada beberapa agenda yang akan dijalani, pertama, mendengar laporan dari pihak pemerintah dan yang kedua adalah tanya jawab tentang arus mudik Lebaran.
Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, pada arus mudik Lebaran 2018 lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sebab pada tahun ini ada beberapa pilihan jalan alternatif yang disediakan oleh pemerintah, yakni jalan nasional dan jalan tol.
Pada mudik Lebaran tahun ini, kondisi jalan nasional adalah 90% alias mantap untuk dilalui. Dan jalan tol sendiri sudah tersambung dari Jakarta hingga ke Surabaya sepanjang 760 km.
"Jadi sesuai dengan yang kami sampaikan dalam perencanaan ada dua alternatif jalur mudik melalui jalan raya nasional dan tol. Jalan raya nasional 90% dalam kondisi mantap. Tol Jakarta - Surabaya 760 km dimanfaatkan," ujarnya dalam acara Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Lebaran kali ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari kerjasama semua pihak antara pihaknya, Kementerian PUPR, BMKG, hingga pihak Kepolisian.
"Untuk agenda pertama berkaitan dengan lebaran menyampaikan atas nama Kemenhub penghargaan terima kasih Komisi V dan Kepolisian Polri, BMKG, Jasa Raharja. Dalam gelaran ini Kemenhub bersama instansi terkait dibangun segala kerendahan hati," ujar Menhub.
Menurutnya, dengan koordinasi yang terjadi membuat semuanya bisa melakukan monitoring kepada setiap masing-masing tugasnya. Bagi Kepolisian bertugas untuk mengurai kemacetan di jalan, sementara Kemenhub bertugas mengatur angkutan dan Menteri PUPR bertugas untuk menyediakan infrastrukturnya.
Selain itu, lebih baiknya arus mudik Lebaran pada tahun ini juga tidak terlepas dari manajemen waktu yang semakin baik. Seperti diketahui pemerintah memberikan cuti Lebaran lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
"Rapat koordinasi Lebaran Kemenhub melakukan langkah-langkag melaksanakan koordinasi. Mudah memonitor pusat koordinasi melibatkan instasni terkait. Sampai H-3 hingga H-8 kita ketahui puncak arus mudik 8-9 Juni, arus balik 19-20 Juni," jelasnya.
(feb)
(rhs)
http://economy.okezone.com/read/2018/07/24/320/1926548/di-hadapan-dpr-menhub-arus-mudik-lebaran-2018-jauh-lebih-baikBagikan Berita Ini
0 Response to "Di Hadapan DPR, Menhub: Arus Mudik Lebaran 2018 Jauh Lebih Baik "
Post a Comment