
POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Musim kemarau panjang yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan September ini nampak tidak berpengaruh pada harga bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar tradisional Kota Sukabumi.
Kepala Bidang Perdangangan pada Dinas Koprasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, Heri Sihombing meyakinkan, jika harga Bapokting di Kota Sukabumi masih tergolong stabil.
“Berdasarkan pantauan kami hingga saat ini harga bapoktin masih stabil,” ujarnya.
Heri mengungkapkan, hasil monitoring harga Bapokting di beberapa pasar pada Kamis (12/9) menunjukan harga normal. Misalnya harga tomat yang dibeberapa daerah lain mengalami penurunan harga yang signipikan, masih stabil di harga Rp 5.000/kg untuk tomat kecil, dan Rp 6.000/kg untuk tomat besar.
Beras premium kelas I Rp12.000/kg, harga terendah beras Rp 7.500/kg. Untuk daging sapi Rp 110.000/kg, daging ayam broiler Rp 33.000/kg, Ayam kampung Rp 70.000/ekor.
“ Harga masih Cabe TW Rp 30.000/kg, Cabe hijau besar Rp 24.000/kg, dan Cabe lokal. Rp 35.000/kg. Begitupun dengan Cabe keriting merah masih diharga Rp 45.000/ kg,” jelasnya.
Sampai saat ini, lanjut Heri, semua stok Bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.
Heri menambahkan, Pihaknya terus melakukan pemantauan ke Pasar-Pasar yang terdapat di Kota Sukabumi, agar tidak terjadi kelangkaan atau mengalami peningkatan harga yang bisa menimbulkan gejolak dimasyarakat.
“Pemantauan terus kita lakukan untuk menjamin ketersediaan dan penyalurannya aman,”Pungkasnya.
(RS/bal/pojokjabar)
https://jabar.pojoksatu.id/sukabumi/2019/09/14/musim-kemarau-tak-pengaruhi-harga-sembako-di-pasar-tradisional-kota-sukabumi/Bagikan Berita Ini
0 Response to "Musim Kemarau Tak Pengaruhi Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Sukabumi - Pojok Jabar"
Post a Comment