:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2554722/original/023482100_1545552772-20181223-Mobil-Diterjang-Tsunami-Anyer-ANGGA-11.jpg)
Tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel di Bali diperkirakan naik menjadi 90 persen saat libur Lebaran 2019. Hal ini diharapkan berdampak positif bagi sektor pariwisata di Bali pada kuartal II tahun ini.
Chairman Bali Hotel Association, Ricky Putra mengatakan, saat libut Lebaran biasanya terjadi lonjakan kunjungan wisatawan ke Bali. Hal ini turut berdampak pada okupansi hotel di Pulau Dewata tersebut.
"Biasanya sih pasti ramai. Ini kebetulan juga mulai masuk libur musim panas," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (31/5/2019).
Dia mengungkapkan, saat ini atau menjelang Lebaran, okupansi hotel di Bali telah meningkat menjadi 80 persen. Sedangkan saat libur Lebaran berlangsung diperkirakan akan mencapai 90 persen.
"Sekarang rata-rata okupansi hotel sudah mencapai 80 persen-85 persen. Enggak 100 persen, tapi mungkin saat masuk libur Lebaran bisa sampai 90 persen," kata dia.
Ricky juga berharap kondisi di dalam negeri semakin kondusif pasca berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan demikian, semakin banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali saat libur panjang ini.
"Kita harapkan ke depan akan semakin membaik dengan semakin kondusifnya situasi," tandas dia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3985570/efek-tsunami-selat-sunda-okupansi-hotel-di-banten-anjlok-saat-libur-lebaranBagikan Berita Ini
0 Response to "Efek Tsunami Selat Sunda, Okupansi Hotel di Banten Anjlok saat Libur Lebaran"
Post a Comment