KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang garuda kembali menyentuh level Rp 14.900 di penutupan perdagangan Jumat (2/11). Berbagai sentimen positif baik dari domestik maupun luar negeri turut menyumbang kekuatan pada rupiah.
Di pasar spot, rupiah melonjak tajam sebesar 1,14% ke level Rp 14.955 per dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah juga menguat 0,70% menjadi Rp 15.089 per dollar AS dalam data kurs tengah versi Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR).
Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan ada beberapa hal positif di awal November yang mendorong pergerakan rupiah. Dari domestik, instrumen Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) mulai diberlakukan sehingga membuat volatilitas atau perbedaan harga di antara pasar onshore dan offshore sempit.
Pengumuman data inflasi juga menjadi sentimen positif untuk market. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis rendahnya inflasi bulan lalu yang hanya 0,28% (month-to-month/mtm), secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 2,22% dan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,16%.
“Lalu pekan ini akan ada pengumuman PDB yang sedikit lebih rendah dari kuartal II di kisaran 5-5,1%, bisa jadi sentimen negatif untuk rupiah sebenarnya,” ujar David.
Namun ia menilai hal itu dapat ditahan karena sejauh ini dari pasar obligasi mulai ada aliran dana masuk yang menurut pernyataan BI sebesar Rp 1,9 triliun ke pasar obligasi.
Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan adanya ekpektasi mereda terhadap perundingan trade war yang dilakukan AS dengan China. Trump sempat mengatakan di akun Twitternya telah melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping yang berjalan dengan baik, jelang rencana pertemuan kedua pemimpin di acara G20 di Argentina akhir bulan ini. “Namun rupiah juga tertahan oleh jumlah data pekerja AS yang cukup baik,” ujar Lukman.
Lukman memprediksi rupiah akan terus berkonsolidasi di level Rp 14.925-Rp15.025 per dollar AS.
Sedangkan David memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 14.920-Rp 15.000 per dollar AS dengan potensi menguat tipis.
Editor: Herlina Kartika
Editor: Herlina Kartika
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ada sentimen positif, ekonom memperkirakan rupiah masih berkonsolidasi pekan depan"
Post a Comment