Search

September Diproyeksi Deflasi 0,05%, Pemicunya Penurunan Harga Ayam hingga Cabai

JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September di prediksi kembali mengalami deflasi sebesar 0,05% mtm. Maka secara tahunan diproyeksi mencapai 3,02% yoy.

Kondisi ini melanjutkan deflasi di bulan Agustus yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,05%. Di mana inflasi dari tahun ke tahun mencapai 3,20 %.

BERITA TERKAIT +

Kenaikan Harga Telur Beri Andil Signifikan untuk Inflasi Desember Lalu 

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, tren deflasi dalam dua bulan terakhir ini dipicu turunnya harga dari kelompok volatile food.

"Sebagian besar harga komoditas pangan cenderung turun terutama daging ayam dan cabai merah, kecuali harga beras yang cenderung meningkat tipis," jelasnya kepada Okezone, Senin (1/10/2018).

Baca Juga: Hasil Pantauan BI: Minggu Keempat September Deflasi 0,06%

Sementara itu, Josua memperkirakan, inflasi inti akan di kisaran 2,74% yoy, hal ini mengingat dampak pass through pelemahan nilai tukar Rupiah belum terlihat. Kondisi ini mengindikasikan produsen cenderung menekan margin dan mengupayakan efisiensi biaya produksi ketimbang melakukan penyesuaian harga-harga.

"Secara keseluruhan, inflasi pada akhir tahun diperkirakan mencapai kisaran 3,0-3,5%YoY di mana tren kenaikan inflasi berpotensi terjadi pada akhir tahun bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru yang mendorong peningkatan permintaan komoditas pangan," paparnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatatkan hingga minggu keempat September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,06% mtm. Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Sentral.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman 

Sementara, secara tahunan inflasi tercatat mencapai 3,02% yoy. Masih sesuai dengan target inflasi yang hingga akhir tahun ini adalah 3,5% plus minus 1%.

"Ini menunjukkan inflasi terus rendah dan stabil," Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 28 September 2018.

Baca Juga: BI Sebut Inflasi Akhir Tahun Bisa di Bawah 3,5%

Perry menjelaskan, deflasi tersebut terjadi didorong beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga. Selain itu, tarif angkutan udara yang turun, pasca musim Lebaran selesai, juga turut menyumbang deflasi.

"Karena komoditas pangan, itu bawang merah, cabai merah, telur ayam terus turun. Di samping juga koreksi dari tarif angkutan udara," jelasnya.

Kondisi demikian, membuat BI memproyeksikan inflasi hingga akhir tahun 2018 akan di bawah 3,5%.

(kmj)

Let's block ads! (Why?)

http://economy.okezone.com/read/2018/10/01/20/1957885/september-diproyeksi-deflasi-0-05-pemicunya-penurunan-harga-ayam-hingga-cabai

Bagikan Berita Ini

0 Response to "September Diproyeksi Deflasi 0,05%, Pemicunya Penurunan Harga Ayam hingga Cabai"

Post a Comment

Powered by Blogger.