
Awalnya Rapat Badan Anggaran DPRD DKI menyepakati nilai pagu rencana KUA-PPAS 2020 adalah Rp 87,95 triliun. Namun, total belanja dan pengeluaran pembayaran Rp 89,342 triliun.
"Tiba-tiba, kita kan masih defisit anggaran Rp 1,385-sekian triliun. Nah kita nyerut dari anggaran kita mana-mana saja yang bisa diinikan (pangkas)," kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Subsidi Dipangkas Rp 1,1 T
Salah satu rencana pengeluaran yang dipangkas adalah biaya subsidi. Biaya subsidi dari rencana Rp 6,741 triliun menjadi Rp 5,579 triliun.
"Ternyata pas kita pertemukan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan kita Banggar, dia bisa menyerut lagi satu komponen dari biaya subsidi itu Rp 1,1 triliun, akhirnya kita surplus," kata Prasetio.
Simak Video "Polda Metro Ungkap Penipuan Perumahan Syariah, 270 Orang Tertipu"
https://news.detik.com/berita/d-4802276/subsidi-transj-biaya-rumah-dp-rp-0-dipotong-agar-anggaran-dki-tak-defisit
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Subsidi TransJ-Biaya Rumah DP Rp 0 Dipotong Agar Anggaran DKI Tak Defisit - detikNews"
Post a Comment