:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2371042/original/079875300_1538314208-Foto_1_Liputan6.com.jpg)
Liputan6.com, Banten - Setelah 30 tahun hanya merasakan listrik di malam hari, kini masyarakat Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, bisa merasakan sambungan listrik 24 jam.
Listrik 24 jam sehari itu bisa dirasakan masyarakat Pulau Panjang sejak Senin 8 April 2019 dengan ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
"Amanat pemerintah (semua daerah harus teraliri listrik) dan PLN mendukung. Di Banten, masih ada satu pulau beroperasi (teraliri listrik) 12 jam," ujar Direktur PLN regional Jawa Bagian Barat (JBB), Aryanto WS, Selasa (9/4/2019).
PLTD Pulau Panjang berkapasitas listrik 340 KVA dan mampu menerangi 803 rumah penduduk. Penduduk di pulau tersebut mayoritas merupakan nelayan tradisional.
Penggunaan listrik di Pulau Panjang saat siang hari mencapai 100 KVA. Sedangkan malam hari, mencapai 250 KVA.
"Ini masih belum sempurna, karena fasilitasnya harus lengkap. Seperti tangki (BBM) bulanan dan personel (belum memadai)," ujar dia.
Sebelumnya, penduduk di Pulau Panjang hanya merasakan listrik selama 12 jam sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB setiap hari. Pulau Panjang berpenghuni 986 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk mencapai empat ribu orang orang.
"Di siang ini masih ada yang nyala, karena belum ada saklarnya, karena terbiasa mati sendiri, nyala sendiri dari sananya (PLN). Kami juga masyarakat akan sama-sama menjaga fasilitas ini," kata Wahyu Ifan, Kades Pulo Panjang yang baru berusia 26 tahun ini.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3937421/usai-30-tahun-masyarakat-pulau-panjang-akhirnya-nikmati-listrik-24-jamBagikan Berita Ini
0 Response to "Usai 30 Tahun, Masyarakat Pulau Panjang Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam"
Post a Comment