
Pada Selasa (11/12/2018), US$ 1 kala pembukaan pasar spot dihargai Rp 14.580. Rupiah melemah 0,21% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Seiring perjalanan pasar, dolar AS kian berjaya. Pada pukul 08:12 WIB, US$ 1 sudah berada di Rp 14.610 di mana rupiah melemah 0,41%.
Dolar AS bak ikan hiu yang mencium bau darah, belum berhenti menyerang. Kini rupiah berada di posisi terlemah sejak 21 November.</span>
Kemarin, rupiah ditutup melemah 0,59% dan menjadi mata uang terlemah kedua di Asia. Bila pelemahan rupiah pagi ini terus berlanjut, maka 'prestasi' yang sama bisa terulang hari ini.
Sepertinya memang sedang sulit menandingi greenback. Pasalnya, mata uang Negeri Paman Sam sedang digdaya di Asia.
Jika kemarin menjadi mata uang terlemah kedua, kini mengulang hal yang sama. Rupiah masih menjadi yang terlemah kedua di Asia, hanya lebih beruntung dari yuan China.
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada pukul 08:14 WIB:
(BERLANJUT KE HALAMAN 2)
(aji/aji)
https://www.cnbcindonesia.com/market/20181211083510-17-45791/dolar-as-mencium-bau-darah-rupiah-terlemah-kedua-di-asia
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Market Dolar AS Mencium Bau Darah, Rupiah Terlemah Kedua di Asia 11 December 2018 08:49 - CNBC Indonesia"
Post a Comment