:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/846851/original/023882400_1428551913-129111259.jpg)
Razer pertama kali didirikan oleh Tan bersama dengan Robert Krakoff dan berpusat di Singapura dan San Diego, California. Perusahaan ini didirikan hanya berbasis firasat, tanpa berbekal survei pasar.
“Untuk gamer dari gamer adalah moto Razer. Kami membangun ekosistem hardware, software, dan layanan yang begitu masif yang mengkhususkan diri pada satu individu, sang gamer,” jelas Tan.
“Salah satu senjata paling penting bagi gamer adalah mouse. Bagaimana kita bisa membuat mouse yang lebih baik? Atau dalam kasus ini, mouse game pertama di dunia. Kami ingin sesuatu yang lebih tepat. Kami ingin sesuatu yang lebih akurat.”
Ia mengirimkan sejumlah mouse ke teman-temannya dan menggali ide dari situ. Mouse gaming Diamondback menjadi produk pertama yang diluncurkan Razer. Pada 2006, Razer berkolaborasi dengan Microsoft dan meluncurkan mouse gaming lainnya, Habu, dan keyboard Reclusa. Dua tahun setelah berdiri, Razer berekspansi ke Jerman.
Fokus Razer juga mendapat sorotan dari para investor, termasuk miliarder Hong Kong Li Ka-Shing dan co-founder Credence Partners Koh Boon Hwee yang menjadi penyokong dana pada 2008. Pada tahun yang sama, tim atlet e-sport Razer juga turut membawa obor pada Olimpiade Beijing.
Pada 2012, Razer sudah menjadi sponsor dari 50 tim e-sport dari 30 negara. Penawaran umum perdana Razer pada 2017 meraup USD 528 juta atau Rp 7,9 triliun. Uang ini Tan gunakan untuk membuat lebih banyak produk.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3684465/mengenal-min-liang-tan-kaya-raya-berkat-hobi-main-gimBagikan Berita Ini
0 Response to "Mengenal Min-Liang Tan, Kaya Raya Berkat Hobi Main Gim"
Post a Comment