KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terus berbenah utang guna mengikis beban keuangan. Perusahaan yang bergerak di industri energi dan petrokimia ini melakukan prepayment atau pembayaran awal terhadap utang mereka kepada Bangkok Bank sejumlah US$ 250 juta.
David Kosasih, Direktur BRPT mengatakan, ini merpuakan langkah perusahaan untuk menurunkan nilai utang mereka yang juga akan meningkatkan posisi kas perusahaan. Di sisi lain, beban bunga perusahaan juga diproyeksi akan susut hingga 30%.
“Untuk menutup utang dari Bangkok Bank ini kami sediakan dana dari pinjaman DBS dan Barclays dengan total pinjaman sebesar US$ 200 juta. Sisanya diambil dari kas perusahaan yang merupakan dana hasil rights issue,” ujar David saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/11).
Nah, karena ada perubahan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang sebagian untuk membayar utang Bangkok Bank, maka perusahaan melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta restu dari pemegang saham.
Untuk diketahui, dari aksi right issue tersebut, BRPT menerima dana sebesar Rp 8,9 triliun yang sebagian besar dananya digunakan untuk akusisi 66,67% saham di Star Energy Group dan investasi dana di pembangkit listrik Jawa 9 dan 10 serta pengembangan lahan kantor perusahaan.
Ditemui ditampat yang sama, Direktur Utama BRPT, Agus Salim Pangestu mengatakan dana hasil rights issue yang digunakan untuk prepayment utang sebesar US$ 50 juta.
Sekadar informasi, pada kuartal III 2018, beban bunga BRPT mencapai US$ 159,30 juta, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$ 106,51 juta.
Editor: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Berbenah utang, beban bunga Barito Pacific (BRPT) diproyeksi susut hingga 30%"
Post a Comment