JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Juli 2018 sebesar 0,28%. Inflasi Juli disumbang oleh inflasi inti yang sebesar 0,41%, tertinggi sejak Februari 2017.
Inflasi inti mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan Juni yang sebesar 0,24%. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,87% (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,72% (yoy).
Menanggapi hal terebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan tersebut bukan karena pelemahan nilai tukar Rupiah. Melainkan karena faktor pembiayaan musiman seperti pembayaran uang sekolah dan sewa rumah.

"Lebih karena memang pada bulan Juli ini beberapa pos mengenai harga. Jadi kenaikan inflasi itu 0,41% sebagian besar karena faktor-faktor musiman yang terkait dengan biaya sekolah, SD, SMP, SMA dan biaya sewa rumah yang biasanya memang pada bulan Juli itu pada saat pembayaran," jelasnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/8/2018).
Di sisi lain, inflasi Juli 2018 yang sebesar 0,28% memang lebih rendah ketimbang dari Juni 2018 yang sebesar 0,59%. Dia menegaskan, hal tersebut bukanlah dampak dari pelemahan Rupiah.
"Dari sisi inflasi Juli 0,28%, itu rendah. Kami juga tidak melihat adanya suatu dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap inflasi," katanya.
Adapun inflasi tahunan Juli 2018 tercatat sebesar 3,18 (yoy). Masih sesuai sasaran yakni 3,5 plus minus 1%.
Perry menyatakan, hal ini didorong tiga hal yakni ekspetasi inflasi yang masih terjaga sasaran. Kemudian didorong pertumbuhan ekonomi kuartal I yang sebesar 5,06%.
"Ketiga kami tidak melihat terbukti pass through nilai tukar yang besar, jadi itu juga sudah terlihat dalam beberapa tahun terkahir, pass through dari nilai tukar terhadap nilai tukar itu rendah," jelasnya.
(feb)
(rhs)
http://economy.okezone.com/read/2018/08/03/20/1931346/inflasi-meningkat-gubernur-bi-bukan-karena-rupiah-tapi-biaya-pendidikan-dan-sewa-rumahBagikan Berita Ini
0 Response to "Inflasi Meningkat, Gubernur BI: Bukan karena Rupiah tapi Biaya Pendidikan dan Sewa Rumah"
Post a Comment