
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjaga agar perbankan tidak turut menaikkan bunga kredit usaha rakyat (KUR). Hal tersebut dikhawatirkan lantaran adanya kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
BERITA TERKAIT
"Nanti kita hitung seperti apa tapi sebagai tambahan begini. Kenaikan bunga kebijakan, itu tentu akan mendorong bunga tabungan naik. Kemudian akan berpengaruh ke bunga kredit. OJK sebenernya bisa mendorong (bank) jangan buru-buru naikkan suku bunga kredit," ungkap Menko Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (29/6).
Menko Darmin mengatakan, perbankan sebetulnya bisa saja mengurangi selisih antara suku bunga tabungan dengan suku bunga kredit. Namun demikian hal itu kembali kepada kebijakan perbankan masing-masing. "Walau itu kita tidak bisa dipaksa-paksa, namanya juga bank dia," imbuhnya
Menko Darmin memastikan akan kembali melakukan perhitungan ulang terhadap subsidi bunga KUR. Sehingga nantinya dapat diketahui apakah dapat bertahan di angka 7 persen atau justru akan meningkat.
"Saya bilang tadi kita hitung dulu. Karena kalau nanti cost of fund yang pada dasarnya adalah bunga tabungan naik, tentu subsidi akan naik. Kalau pemerintah mau pikul juga walau naik, ya ga naik bunga KUR-nya," pungkasnya.
[bim]
https://www.merdeka.com/uang/suku-bunga-acuan-naik-pemerintah-kaji-besaran-subsidi-kur.htmlBagikan Berita Ini
0 Response to "Suku bunga acuan naik, pemerintah kaji besaran subsidi KUR"
Post a Comment