JAKARTA – Baru satu bulan menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sudah dua kali memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Sejak dilantik 24 Mei 2018, Perry telah menaikkan 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Day RR Rate) sebanyak dua kali.
Tercatat pada 30 Mei 2018, Perry menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dan hari ini bank sentral kembali menaikkan bunga sebesar 50 bps. Dengan demikian, selama masa kepemimpinan Perry, suku bunga acuan BI sudah naik 0,75%.
Suku bunga acuan kini berada di level 5,25% dari 4,75%. Adapun suku bunga Deposit Facility (DF) pada level 4,5% dan Lending Facility (LF) pada level 6%, berlaku efektif sejak 29 Juni 2018.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 28-29 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate di level 5,25%" ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (29/6/2018).
Keputusan BI ini di luar dugaan sebab banyak analis yang memprediksi bank sentral hanya menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Sebelumnya, BI sudah memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan pada RDG bulan Juni. Kenaikan ini diyakini jadi kebutuhan Bank Sentral untuk memberi sentimen positif stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Pasalnya Rupiah terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir hingga menyentuh level Rp14.400 per USD. "Akan terlalu berisiko kalau BI tidak menaikkan suku bunga," ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam kepada Okezone.
(kmj)
http://economy.okezone.com/read/2018/06/29/20/1915681/sebulan-jadi-gubernur-bi-perry-warjiyo-2-kali-naikkan-bunga-acuanBagikan Berita Ini
0 Response to "Sebulan Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo 2 Kali Naikkan Bunga Acuan"
Post a Comment