
JawaPos.com – Desa-desa yang tertib segera merasakan kucuran alokasi dana desa (ADD). Karena tertib mengirim berkas pertanggungjawaban anggaran tahun sebelumnya, desa-desa di sepuluh kecamatan segera menikmati ADD. Sebaliknya, desa-desa di delapan kecamatan harus menunggu. Satu telat, yang lain ikut terlambat.
Berkas desa-desa di sepuluh kecamatan dipastikan telah diverifikasi dan dikirim ke BPPKAD untuk pencairan. Semuanya sudah lengkap. “Kalau di satu kecamatan itu kurang satu desa saja, seluruh desa akan menerima dampaknya. Pengajuan tidak bisa sampai ke kami,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gresik Edy Hadi Siswoyo.
Salah satu dampaknya ialah gaji untuk perangkat desa belum bisa cair. Mereka harus bersabar. Desa yang belum mengirimkan berkas terpaksa belum mendapat ADD.
Sebenarnya, lanjut Edy, dinas PMD sudah berupaya agar ADD bisa cair bersamaan untuk 330 desa di 18 kecamatan. Ketika ada yang belum mengirim berkas pertanggungjawaban anggaran, sudah disampaikan pemberitahuan dan peringatan. Itu adalah syarat pencairan ADD tahun berikutnya. Namun, memang belum semuanya mengirim berkas.
“Prosesnya memang begitu. Desa mengajukan ke kecamatan. Jika lengkap, diteruskan ke dinas PMD untuk diverifikasi. Lalu, dikirim ke BPPKAD,” jelasnya.
Secara terpisah, Sekretaris Desa Kandangan, Kecamatan Duduksampeyan, Ahmad Muzahid menyatakan senang ADD segera cair. Desanya termasuk tertib. Kecamatan juga kompak. Berkas bisa dikirim tepat waktu. Apalagi pencairan ADD ditunggu-tunggu sejak lima bulan lalu.
“Tanpa ADD ini, gaji tidak bisa dicairkan. Ya, senang menjelang Lebaran,” ucapnya.
https://www.jawapos.com/jpg-today/17/05/2019/alokasi-dana-desa-10-kecamatan-di-gresik-cair-8-harus-nunggu/Bagikan Berita Ini
0 Response to "Alokasi Dana Desa 10 Kecamatan di Gresik Cair, 8 Harus Nunggu - Jawa Pos"
Post a Comment