:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012465/original/071488400_1444187772-20151007-Ilustrasi-Tambang-Minyak.jpg)
Liputan6.com, New York - Harga minyak melonjak lebih dari empat persen seiring perpanjangan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China meningkatkan harapan meredakan ketegangan antara kedua negara.
Selain itu, pengurangan produksi minyak mentah yang dipimpin OPEC juga beri dukungan terhadap harga minyak.
Harga minyak berjangka west texas intermediate (WTI) naik USD 2,38 atau 4,8 persen ke posisi USD 52,16 per barel pada pukul 1.15 waktu setempat. Untuk pertama kali pada 2019, harga minyak WTI di atas USD 50.
Harga minyak berjangka Brent bertambah USD 2,48 atau 4,2 persen ke posisi USD 61,20 per barel. Penguatan harga minyak pada Rabu pekan ini mendorong harga minyak naik lebih dari 13 persen pada 2019.
"Setelah Desember pasar berisiko, harga minyak terus mendapatkan sentimen positif. Investor tidak takut perang dagang AS-China akan perlambat pertumbuhan ekonomi global dan kurangi permintaan untuk minyak mentah,” ujar Stephen Innes, Pialang Oanda, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (10/1/2019).
Adapun pembicaraan perdagangan di Beijing menunjukkan tanda-tanda kemajuan termasuk isu China akan beli produk pertanian dan komoditas energi AS.
Surat kabar China Daily melaporkan kalau pemerintah China ingin akhiri sengketa perdagangan tetapi perjanjian apapun harus melibatkan kompromi.
Harga minyak juga didukung dari pengurangan pasokan dari the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3867155/dua-sentimen-ini-picu-harga-minyak-melonjakBagikan Berita Ini
0 Response to "Dua Sentimen Ini Picu Harga Minyak Melonjak"
Post a Comment